Tim Putra Putri Indonesia Perbaiki Peringkat Pada Olimpiade Catur ke-44 di Chennai, India

Bentuk Mental Sejak Dini, Satgas Yonif 126/KC Ajarkan Seni Bela Diri
Agustus 10, 2022
MenKopUKM: UMKM Jajaki Potensi Ekspor Tanaman Kratom ke AS
Agustus 10, 2022
Oleh Kristianus Liem, Manager Tim Catur Indonesia
 
CHENNAI-INDIA, jurnal-idn.com – Pesan Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto ketika melepas tim catur putra dan putri Indonesia agar memperbaiki peringkat pada Olimpiade Catur ke-44 di Chennai, India, 28 Juli-9 Agustus 2022, dibayar tunai oleh para pecatur Indonesia.
 
Pada babak sebelas atau babak terakhir Selasa (9/8/2022) malam, tim putra Indonesia mengalahkan tim Bangladesh dengan skor 2,5-1,5.
 
Dengan kemenangan tersebut tim putra Indonesia berhasil mengumpulkan 14 MP (kemenangan regu) sama dengan yang direbut peringkat 25 Ceko, tapi tie-break kedua (berupa Olympiad Sonneborn-Berger) menempatkan tim putra Indonesia menduduki peringkat 34 dari 188 tim.
 
Namun demikian peringkat itu sudah cukup jauh memperbaiki peringkat tim putra Indonesia pada Olimpiade Catur Baku, Azerbaijan 2016, peringkat 62 dari 180 tim dan pada Olimpiade Catur Batumi, Georgia 2018, peringkat 57 dari 185 negara.
 
 
Sebagai gambaran, tim putra Indonesia yang mencetak 7 kemenangan dan 4 kekalahan sama dengan yang dialami tim raksasa catur dunia seperti Georgia, Turki dan Ukraina. Bahkan regu Norwegia yang diperkuat juara dunia GM Magnus Carlsen dan empat GM super lainnya hanya mampu mencetak 5 kemenangan 2 kali seri dan 4 kali kalah, sehingga bertengger di peringkat 59.
 
Tim putra Indonesia yang secara grup masuk di Grup B (pembagian grup sesuai rating rata-rata empat pemain tiap negara) yang terdiri dari 36 negara berada di peringkat 5, setingkat di bawah Filipina. 
 
Sementara tim putri Indonesia yang kalah 1,5-2,5 dari tim Jerman akhirnya bertengger di peringkat 24 dari 162 tim.
 
Peringkat 24 ini, selain masuk dalam janji bonus Waketum I PB Percasi Agustiar Sabran bila masuk 25 besar dunia, ternyata juga mempertajam peringkat tim putri Indonesia pada dua olimpiade catur terakhir, yaitu peringkat 63 dari 139 tim pada Olimpiade Catur Baku, Azerbaijan 2016 dan peringkat 35 pada Olimpiade Catur Batumi, Georgia 2018.
 
 
Secara grup, tim putri Indonesia juga masuk Grup B yang terdiri dari 31 negara, berhasil menjadi runner-up. 
 
Sama seperti tim putra, tim putri Indonesia juga mengumpulkan 14 MP hasil dari tujuh kali menang dan empat kali kalah.
 
Tambah Rating Plus minus lainnya, para pecatur Indonesia tidak ada satu pun yang berhasil meraih norma gelar. 
 
Tapi seluruh pecatur Indonesia, kecuali Novendra Priasmoro, berhasil menambah ratingnya. Di bagian putra yang paling banyak bertambah ratingnya adalah FM Agus Kurniawan, yaitu 17,8 poin.
 
 
Sementara yang paling sedikit tambahannya IM Yoseph Theolifus Taher, yaitu 0,3 poin. Yang turun cuma GM Novendra Priasmoro karena pada babak terakhir dia dikalahkan GM Ziaur Rachman dari Bangladesh. Rating Novendra turun 2,5 poin. 
 
Di bagian putri yang paling banyak bertambah ratingnya adalah Fariha Mariroh, yaitu 81,2 poin. 
 
Sementara yang tambahannya paling sedikit WIM Dewi AA Citra, yaitu 0,6 poin, ini juga terjadi karena dia kalah pada babak terakhir dari WGM Dinara Wagner dari Jerman. 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.