Sub Varian Baru Omicron Terdeteksi, dr. Reisa Ajak Masyarakat Tetap Waspada

Presiden Bagikan Bansos dan Cek Harga Minyak Goreng di Pasar Baros
Juni 17, 2022
East Ventures Indonesia Open 2022, Perjuangan Heroik The Prayer Terhenti, Menyusul Yere Cedera
Juni 17, 2022
JAKARTA, jurnal-idn.com -Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia kembali mengalami kenaikan berkenaan dengan ditemukannya sub varian baru Omicron, dr. Reisa mengajak masyarakat untuk meningkatkan kembali kewaspadaan dan mempersiapkan diri guna membantu menciptakan kondisi dan status kesehatan yang baik dan terkendali di Indonesia.
 
Dalam keterangan persnya di Kantor Presiden, hari Jumat, 17 Juni 2022 yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro, menyampaikan bahwa booster atau suntikan ketiga vaksin Covid-19 menjadi hal utama dan sangat penting.
 
“Dengan tingginya imunitas atau kekebalan dalam tubuh kita dan masyarakat, maka diharapkan tidak terjadi lonjakan kasus yang tinggi kembali dan angka kesakitan serta kefatalan dapat menurun,” ujar Reisa.
 
Selain menerima suntikan ketiga atau booster, Reisa menekankan juga bahwa penerapan protokol kesehatan juga menjadi faktor lainnya yang memberikan pengaruh menekan transmisi Covid-19.
 
“Karena belajar dari pengalaman pula, dapat kita simpulkan bersama bahwa mulai dari penggunaan masker yang baik dan benar, menjaga jarak, mencuci tangan dengan rutin, kemudian melakukan vaksinasi dan booster, serta berbagai upaya gaya hidup sehat dan protokol kesehatan lainnya, terbukti efektif menekankan penularan di tengah-tengah masyarakat,” tegas Reisa.
 
 
Dalam keterangannya, Reisa juga turut menyampaikan bahwa status kesehatan yang baik dan terkendali di tengah-tengah peningkatan kasus Covid-19 memiliki penilaian berdasarkan beberapa hal sesuai standar dari WHO.
 
“Salah satunya adalah penilaian transmisi komunitas atau penularan dalam masyarakat, di mana untuk level satu adalah apabila terdapat kurang dari 20 kasus per 100.000 penduduk per minggunya, kemudian untuk rawat inap kurang dari lima kasus per 100.000 penduduk per minggunya dan untuk kematian kurang dari satu per 100.000 penduduk per minggu,” jelas Reisa.
 
Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru kemudian menjelaskan bahwa berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan per 15 Juni 2022, situasi Indonesia masih dapat dikategorikan dalam level satu dan dinilai terkendali.
 
“Di mana transmisi komunitas kasus di Indonesia masih rendah yakni di 1,58 per 100.000 penduduk per minggu, dengan rawat inap di rumah sakit dan kematian cenderung rendah,” sambung Reisa.
 
Selain tingkat transmisi komunitas, jumlah kasus positif di Indonesia hingga tanggal 15 Juni 2022 berada pada angka 2,15%, angka tersebut masih berada di bawah standar WHO yakni 5%.
 
“Sehingga dapat disimpulkan kondisi saat ini masih dinilai terkendali,” ujar Reisa.
 
FIA
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *