Manfaatkan Platform Media Sosial Sampaikan Informasi ke Masyarakat

LPDB-KUMKM Ciptakan Ekosistem Bisnis Sektor Perikanan di Maluku
Desember 2, 2020
Membangun Pariwisata Harus Satu Paket Dengan Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Desember 2, 2020
JAKARTA, jurnal-idn.com — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyampaikan informasi kebijakan secara luas ke seluruh lapisan masyarakat dengan memanfaatkan berbagai platform media sosial.
 
Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, Agustini Rahayu dalam webinar “Potensi Media Sosial untuk Memperkuat Inovasi dan Strategi Kehumasan di Masa Pandemi”, Selasa (1/12/2020), menuturkan pemanfaatan media sosial merupakan bagian dari kehumasan lembaga pemerintah untuk menyampaikan informasi. 
 
Iinformasi mengenai program, kebijakan dan kegiatan pemerintah, dalam hal ini Kemenparekraf/Baparekraf. Terlebih, sekitar 73,7% masyarakat Indonesia saat ini telah menggunakan internet untuk mengakses berbagai platform media sosial.
 
“Jadi untuk channel komunikasi amat tidak bijak kalau kita tidak menggunakan media sosial. Berkaitan dengan hal itu maka humas pemerintahan harus memaksimalkan disenimasi informasi melalui media sosial,” kata Ayu, panggilan akrabnya.
 
Media sosial dari lembaga pemerintahan harus bisa membuat konten yang berkualitas baik, informatif, serta menarik bagi publik. Sehingga, Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf yang bertugas untuk menyampaikan informasi kepada publik dengan bahasa yang mudah dimengerti, pun berupaya melakukan hal serupa.
 
 
“Jadi admin-admin akun media sosial tidak boleh mengunggah konten secara asal. Karena media sosial adalah platform internet yang dapat digunakan oleh semua orang untuk memproduksi dan berbagi konten yang punya efek berantai ke berbagai pihak,” ujsrnya.
 
Untuk itu, Ayu menyebutkan ada empat strategi yang dilakukan pihaknya agar konten media sosial yang diunggah di berbagai kanal seperti Facebook Instagram, YouTube, TikTok dan Twitter Kemenparekraf/Baparekraf menjadi konten yang terstruktur. Menarik serta bisa mencapai target dengan tepat sasaran dan interaktif. Yaitu partisipatif, otentik, bermanfaat dan terpercaya.
 
“Konten yang kami unggah di media sosial bersifat partisipatif sehingga bisa menarik interaksi antar audiens di media sosial untuk membangun komunitas. Kemudian, konten tersebut harus otentik dalam artian merepresentasikan nilai, karakter dan pesan yang spesifik yang mencerminkan Kemenparekraf. Lalu, konten tersebut harus bermanfaat bagi audiens untuk memperoleh informasi yang akurat dan berguna. Terakhir, konten tersebut harus menjadi sumber informasi yang terpercaya dan akuntabel untuk membangun transparansi dan kepercayaan publik,” jelas Ayu.
 
Webinar juga dihadiri presenter Annisa Malati dan Helmy Yahya. Helmy Yahya yang juga tengah aktif menjadi YouTuber menyampaikan humas lembaga pemerintahan harus mampu memanfaatkan platform media sosial semaksimal mungkin, terutama YouTube untuk dapat menggaet audiens dan menyampaikan informasi mengenai apa saja program, kebijakan dan kegiatan Kemenparekraf/Baparekraf dengan bantuan YouTuber.
 
“Saya sangat akan mendukung apa yang dilakukan oleh Biro Komunikasi Kemenparekraf untuk menyampaikan kebijakan dan program Kemenparekraf ataupun mensosialisasikan objek wisata dan juga mendorong teman-teman di industri kreatif melalui YouTube. Karena dari data, banyak masyarakat Indonesia memanfaatkan YouTube untuk mencari informasi atau menonton sesuatu,” ujar Helmy.
 
MULIA GINTING
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *