LPDB-KUMKM Latih Petani Vanili di KSP Balo’ Toraja

Budayakan Hidup Sehat, Satgas Pamtas Yonif 126/KC Sosialisasi Cuci Tangan ke Siswa di Perbatasan
Juni 10, 2022
Wamenparekraf Apresiasi Virtual Career Expo PPI China 2022
Juni 10, 2022
TANA TORAJA, jurnal-idn.com – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM)  mengintensifkan peran sebagai lembaga negara yang fokus pada pembiayaan dana bergulir dan juga pendampingan dan inkubasi.
 
Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, akselerasi perekonomian masyarakat yang merupakan anggota koperasi dan pelaku UMKM terus ditingkatkan melalui pelatihan, pendampingan, dan program inkubasi.
 
“Dampaknya perekonomian masyarakat bisa ditingkatkan melalui kelembagaan koperasi. Jadi fungsi ekonomi koperasi bisa berjalan maksimal yang memberikan nilai tambah anggota untuk anggota,” ujar Supomo Kamis (9/6/2022).
 
Adapun salah satu pendampingan, dan pelatihan yang dilakukan, yakni bekerjasama dengan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Balo’ Toraja untuk pelatihan budidaya komoditi vanili bagi petani anggota KSP Balo’ Toraja.
 
KSP Balo’ Toraja merupakan mitra LPDB-KUMKM di Sulawesi Selatan sejak tahun 2010 hingga sekarang. Koperasi yang berdiri sejak1941, telah memiliki 1 kantor pusat serta 50 kantor cabang. Selama 12 tahun bermitra, LPDB-KUMKM telah menyalurkan pinjaman dana bergulir kepada KSP Balo’ Toraja sebesar Rp201 miliar.
 
Supomo mengatakan, pihaknya selalu mendukung bagi koperasi yang ingin meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, termasuk anggotanya.
 
“Salah satu yang menjadi tujuan koperasi simpan pinjam, tidak hanya memberikan simpan pinjam saja, tetapi juga memberikan pendampingan kepada anggotanya. Tidak semua KSP mau berjibaku menangkap kebutuhan anggota untuk mengembangkan usaha-usaha sektor riilnya,” tambah Supomo.
 
 
Direktur Pengembangan Usaha LPDB-KUMKM Jarot Wahyu Wibowo menambahkan, LPDB-KUMKM hadir mendampingi KSP Balo’ Toraja memberikan akselerasi kepada anggotanya untuk mendapatkan kompetensi yang sesuai, daya saing yang kuat dan pelatihan budidaya komoditi vanili yang baik.
 
“Kami tidak hanya melakukan hari ini, tetapi kami juga sudah melakukan pendampingan dan pelatihan untuk manajer dan kepala cabang terkait analisa usaha dan juga sudah dilakukan pelatihan  penilaian jaminan,” ujar Jarot.
 
Pada pelatihan petani komoditi vanili, LPDB-KUMKM melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah (pemda) Provinsi Sulawesi Selatan, Pemda Kabupaten Tana Toraja, Persatuan Petani Vanili Seluruh Bali, Program Rikolto Indonesia (NGO dari Belgia) dan juga International Trader Advisor-MEOD PTE LTD.
 
“Harapannya, dengan pelatihan ini bisa dibentuk koperasi produsen yang menjadi offtaker produk petani, dan KSP Balo’ Toraja sebagai pembina utama mendampingi akses pasar dan jangan sekadar budidaya, tetapi ada kepastian tanam dan ada pasarnya. Jadi hulu ke hilir lengkap,” papar Jarot.
 
Bupati Kabupaten Tana Toraja Theofilus Allorerung mengatakan, pelatihan yang diberikan kepada 80 petani anggota KSP Balo’ Toraja harus dimanfaatkan dengan baik untuk peningkatan kualitas, mutu dan produktivitas produk vanili.
 
“Budidaya vanili ini memang gampang-gampang susah dan sudah 10 tahun kami budidayakan, tetapi memang belum komprehensif dari hulu ke hilir. Oleh karena itu saya berharap pelatihan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya karena sektor pertanian harus mengutamakan kualitas produksinya ditingkatkan dengan baik. Tanpa kualitas produksi maka harga akan dipermainkan pasar,” kata Theofilus.
 
ERWIN TAMBUNAN
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *