Komsos Bersama Tokoh dan Masyarakat, Satgas Yonif RK 751/VJS Jadi Pamong Pembangunan

Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK), Komentar Pers Perpol 15 Tahun 2021
Desember 6, 2021
Panglima TNI Menambah Alat Berat Perkuat BNPB Untuk Penanganan Erupsi Semeru
Desember 6, 2021
JAYAWIJAYA, jurnal-idn.com – Dalam melaksanakan tugas pengamanan wilayah yang dianggap rawan, Satgas  Yonif  RK 751/VJS selalu berupaya mengambil dan merebut hati rakyat dengan cara selalu ikut pada kegiatan yang dilaksanakan masyarakat di lingkungan tugas.
 
Sertu Yando bersama 6 personil Satgas yang ikut dalam kegiatan rapat pembahasan rencana pembangunan pagar sekolah dasar di lokasi Pesantren Al-Istiqomah, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (4/12/2021) menyampaikan bahwa pembangunan pagar sekolah dasar ini merupakan program dari Dinas Pendidikan. Namun karena sekolah tersebut masih berada di lingkungan pesantren dan menjadi hak Ulayat dari keluarga besar Assoyelipele sehingga harus di musyawarahkan dengan baik.
 
“Kehadiran kami personil satgas pada rapat sebatas memberikan saran dan pendapat agar saat pengambilan keputusan pembangunannya nanti tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dikarenakan ada pihak yang tidak setuju atau keberatan,” ujar Sertu Yando.
 
Di sela-sela kegiatan rapat, bapak Sumadi selaku Wakil Ketua Pengurus Pesantren Al-Istiqomah mengatakan rapat yang dihadiri dari pihak pengamanan, sekolah, pengurus pesantren dan perwakilan masyarakat merupakan rapat awal.
 
Rapat Awal
 
“Rapat pembahasan pembangunan pagar sekolah dasar  yang sudah dilaksanakan ini adalah rapat awal karena yang hadir untuk pengambilan keputusan masih belum lengkap. Dan kami akan menentukan waktu yang tepat sehingga semua komponen yang berkompeten memutuskan pembangunan pagar tersebut hadir,” jelasnya.
 
Dari tempat terpisah, Letkol Inf Dedy Dwi Cahyadi S.I.P selaku Komandan Satgas Yonif RK 751/VJS dalam rilisnya membenarkan kalau personil satgas yang berada di Distrik Walesi diundang dalam rapat itu.
 
“Saya sudah dilaporkan tentang adanya undangan rapat dan memerintahkan Sertu Yando selaku Bintara Teritorial Satgas untuk hadir. Dengan harapan agar saat pelaksanaan rapat personil satgas selain sebagai perangkat pengamanan juga  bisa menjadi motor pengambilan keputusan dari semua pihak yang terkait. Baik pengurus pesantren, pihak sekolah juga pemilik hak Ulayat,” kata Dansatgas.
 
PEN SATGAS PAMRAHWAN YONIF RK 751/VJS – DOLAT MUNTHE
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *