KemenKopUKM Perkuat SDM Pengawas Koperasi Indonesia

Memotivasi Pelajar di Perbatasan Papua, Satgas Yonif 126/KC Mengajar dan Bagikan Perlengkapan Sekolah
September 8, 2022
Jafpa Chess Festival Kembali Digelar Bertepatan Dengan Haornas
September 8, 2022
BANDUNG, jurnal-idn.com – Asisten Deputi Pengembangan SDM Perkoperasian dan Jabatan Fungsional Kementerian Koperasi dan UKM (KemenopUKM) Nasrun Siagian menegaskan bahwa dengan meningkatnya pemahaman dan kompetensi Pengawas Koperasi, maka berdampak terhadap pengawasan koperasi di Indonesia.
 
“Selanjutnya, akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi dan meminimalisir permasalahan yang akan terjadi. Untuk itu, peningkatan kompetensi mutlak diperlukan,” ucap Nasrun, pada Pelatihan Berbasis Kompetensi untuk Perkuat SDM Perkoperasian dan SDM Pengawas Koperasi, di Kota Bandung, Jawa Barat beberapa hari lalu.
 
Pelatihan diikuti 120 orang secara luring dan daring, meliputi pelatihan bagi Pejabat Fungsional Pengawas Koperasi, Pelatihan SDM Koperasi yang difasilitasi melalui Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI), Pelatihan Coaching Bisnis Perkoperasian, serta Pelatihan Kualitas/Kapasitas Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL).
 
“Pelatihan berbasis kompetensi bagi SDM Perkoperasian dan SDM Fungsional Pengawas Koperasi sangat strategis bagi pengembangan perkoperasian,” kata Nasrun.
 
Bagi Nasrun, kegiatan ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk meningkatkan kompetensi, kapasitas, profesionalitas dan integritas bagi Pengawas Koperasi.  
 
“Pelatihan bagi Pengawas Koperasi ini diharapkan memberi dampak yang signifikan terhadap peningkatan kompetensi pengawas koperasi yang disinyalir lemah selama ini,” ungkap Nasrun, seraya menyebutkan, jumlah Fungsional Pengawas Koperasi saat ini sebanyak 1.044 tersebar di seluruh Indonesia.  
 
Kegiatan ini juga untuk mewujudkan SDM perkoperasian yang berkualitas dan memiliki daya saing sesuai dengan SKKNI. Yaitu, relevan, valid, aceptable, fleksibel dan mampu telusur bagi manager/kepala cabang koperasi.
 
Meningkatkan Tata Kelola
 
Coaching Bisnis Perkoperasian, diselenggarakan dalam rangka meningkatkan tata kelola kelembagaan dan usaha koperasi dengan peserta berasal dari pengurus dan pengelola koperasi yang bergerak di sektor riil.
 
KemenKopUKM memiliki PPKL yang merupakan garda depan dalam penyuluhan koperasi.  “PPKL menjadi penting dalam pelaksanaan tugas dan tanggungjawab penyuluhan dan pemasyarakatan koperasi di masyarakat. Terlebih di era industri 4.0,” jelas Nasrun.
 
Ke depan, urainya, PPKL tidak hanya dituntut mendampingi dan mengawasi perkembangan koperasi mulai dari embrio hingga berdirinya koperasi, tetapi juga menjadi perantara koperasi dengan pasar potensial yang disesuaikan dengan jenis usaha koperasi,  
 
Selain itu, PPKL juga harus berperan sebagai Rebranding Ambassador dari koperasi guna menarik minat anak muda millenial untuk ikut terlibat secara aktif membentuk koperasi. “Ini yang nantinya mengubah wajah perkoperasian menjadi lebih menarik dan memenuhi kebutuhan anak muda,” terang Nasrun.
 
Sedangkan pelatihan terhadap SDM Perkoperasian dan Pembinanya (Pejabat Fungsional Pengawas Koperasi dan PPKL), diharapkan memberi dampak positif terhadap pengembangan koperasi modern yang menjadi fokus program kegiatan KemenKopUKM.
 
“Peserta pelatihan diharapkan segera mengaplikasikan ilmu yang didapatkan  sesuai dengan tugasnya masing-masing, demi kemajuan koperasi di Indonesia,” tegas Nasrun.
 
MULIA GINTING – ERWIN TAMBUNAN
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *