KemenKopUKM Bersama Peritel Global Perluas Pasar Ekspor UKM

Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ Bakti Sosial dan Bagikan Bibit Pinang Sambut HUT RI Ke-77 di Yalimo
Agustus 16, 2022
LPPM USU Mengajak Masyarakat Desa Seribu Jandi Mengolah Jeruk Afkir Menjadi Produk Multiguna
Agustus 16, 2022
JAKARTA, jurnal-idn.com – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) berkolaborasi dengan berbagai pihak, terutama dengan peritel global luar dan dalam negeri sebagai agregator, eksportir, sekaligus lembaga riset produk-produk UKM lokal agar menembus pasar ekspor. 
 
Deputi Bidang UKM KemenKopUKM Hanung Harimba Rachman mengungkapkan, ranking ekspor Indonesia di ASEAN berada di posisi ke-5. Sementara kontribusi UKM terhadap ekspor nasional tahun 2020 sebesar 15,69%. Di ASEAN, porsi ekspor UKM Indonesia mencapai 15,8. Angka ini tercatat lebih rendah dibandingkan Malaysia sebesar 19%, Vietnam 20%, Filipina 20%, Sri Langka 20% dan Thailand sebesar 29,5%. 
 
“UKM menjadi salah satu sektor yang turut serta berkontribusi pada peningkatan kinerja ekspor Indonesia. KemenKopUKM terus mendorong pelaku UKM untuk bisa menembus pasar ekspor,” tutur Hanung pada diskusi Indonesia Retail Summit 2022 bertajuk ‘Peningkatan Kolaborasi UKM dengan Retail Luar Negeri Untuk Produk-produk Baru’ di Sarinah, Jakarta, Senin (15/8/2022). 
 
Beberapa strategi pun dilakukan untuk meningkatkan kontribusi ekspor UKM. Di antaranya, KemenKopUKM aktif melakukan identifikasi dan pemetaan potensi produk dan potensi pasar luar negeri. 
 
Kemudian pihaknya juga memfasilitasi akses pembiayaan dan investasi bagi UKM ekspor melalui lembaga pembiayaan perbankan maupun non perbankan (Fintech, Peer to Peer Lending, dan SKOPI). Selanjutnya, perluasan pasar produk UKM ekspor bekerjasama dengan aggregator, eksportir, distributor, agen, maupun melalui fasilitasi pameran dalam dan luar negeri. 
 
“Kami juga mendorong digitalisasi produk UKM ekspor dengan menggunakan website sendiri atau melalui online marketplace seperti Alibaba, dBay, Amazon, Etsy, Rakuten, dan lainnya,” urai Hanung. 
 
Terakhir, KemenKopUKM melakukan peningkatan kapasitas SDM dan produk UKM melalui pendidikan dan pelatihan, seminar, capacity building dan fasilitasi standarisasi sertifikasi. “Dengan strategi ini, kami optimistis target kontribusi ekspor UKM Indonesia tercapai secara bertahap, yakni di 2022 sebesar 15,8%, tahun 2023 sebesar 16,4% dan di tahun 2021 sebesar 17,0,” ulasnya. 
 
Selanjutnya sebagai upaya nyata dukungan KemenKopUKM mendorong kontribusi ekspor UKM, sepanjang 2021 pihaknya menggandeng berbagai perusahaan ritel besar mancanegara. Pada September 2021, KemenKopUKM memfasilitasi perjanjian kerjasama antara IKEA dengan PT Rumah Mebel Nusantara. Di mana hingga Juli 2022, sebanyak 40 UKM telah masuk dalam jaringan IKEA yang ada di Jakarta, Tangerang dan Bali. 
 
“Nanti juga akan dilakukan pembahasan menggunakan kerjasama dengan IKEA untuk memenuhi supply di luar negeri. Kerjasama ini sangat menguntungkan tak hanya bagi IKEA tapi juga UKM, mengingat pada 2021 pendapatan IKEA mencapai 42 miliar Euro di mana 70,7% penjualan terjadi di Eropa, 18% di Amerika dan 11,3% di Asia, termasuk Indonesia,” kata Hanung. 
 
Kemudian kolaborasi antara KemenKopUKM dengan PT Fast Retailing Indonesia (Uniqlo) pada 28 September 2021 tercatat sampai Juli 2022 sebanyak 196 UKM telah masuk dalam jaringan Uniqlo yang ada di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Bali dan NTB. 
 
Menguasai 32% Pasar Ritel
 
Lalu bersama Lulu grup yang merupakan jaringan ritel terbesar di Kawasan GCC dan Asia yang menguasai 32% pasar ritel, KemenKopUKM mendorong UKM masuk dalam Lulu Group Riteil. “Setelah ini, akan dilakukan buyer session dengan pihak Lulu, untuk mempertemukan UKM dengan buyer (Lulu),” tegasnya.
 
KemenKopUKM turut melakukan pengembangan kawasan dan rantai pasok seperti PLUT sebagai pusat layanan pendampingan ekspor, insentif pengembangan usaha antara mitra usaha besar dengan UKM, serta korporatisasi petani. 
 
Pihaknya juga melakukan peningkatan layanan dengan mempermudah pengurusan izin serta perolehan sertifikasi mulai dari ISO, HACCP, FSSC, BRC, Organic dan lainnya. Ditambah ada upaya pemetaan buyer potensial sebagai bantuan kepastian akses pasar, dengan kolaborasi bersama ITPC, KBRI, Atase Dagang dan SIPPO. 
 
“Upaya kami untuk membangun kerjasama dengan agregator dan buyer representatif untuk mendapatkan info buyer. Selain itu kami punya program logistik dengan kargo terjadwal, jika mengirim barang kecil, UKM sendiri-sendiri itu mahal dan ini kita integrasikan supaya biayanya lebih murah,” ucap Hanung. 
 
Corporate Affairs Director Uniqlo Irma Yunita menambahkan, mendukung UKM, sebanyak 25 toko dari total 50 toko Uniqlo di Indonesia sudah dibangun instalasi UKM dengan menampilkan produk-produk UKM lokal terpilih yang berasal dari wilayah lokasi toko Uniqlo berada. “Sisanya 25 toko lagi sedang kami kurasi produknya untuk dibangun instalasi UKM,” tutur dia.
 
Terkait rantai pasok, Uniqlo juga bekerjasama dengan 14 pabrik lokal memproduksi pakaian untuk diekspor. Di mana saat ini produk-produk tersebut telah melakukan ekspor sebanyak 3 kali lipat, sehingga tak heran jumlah ekspor Uniqlo lebih besar mencapai Rp334 juta dibanding dengan impor yang mencapai Rp118 juta hingga pertengahan tahun 2022. 
 
Dewan Penasehat Hippindo Tutum Rahanta berharap ke depan akan lebih banyak lagi pihak swasta seperti Uniqlo yang bisa memberikan fasilitas bagi UKM untuk memperluas aksesnya guna pasar ekspor. Dia juga meminta, agar aturan pemerintah yang ada mampu menguatkan produk lokal dalam negeri untuk UKM agar naik kelas. 
 
“Welcome terhadap Uniqlo yang memberikan kesempatan kepada UKM untuk berkembang. Bisa dibilang, selama ini sulitnya produk UKM ekspor karena tak mampu bersaing dengan barang impor. Melalui kerjasama pihak ritel luar negeri, justru akan mendapatkan pengetahuan guna pemenuhan standarisasi kebutuhan ekspor seperti apa,” ucapnya.
 
MULIA GINTING – ERWIN TAMBUNAN
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.