BPUM Diharapkan Pendongkrak Pertumbuhan Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19

Pangdam XVII/Cenderawasih Dampingi Dankodiklatad dan Danpussenif Kodiklatad di Mimika
Oktober 12, 2021
Aparat TNI Pastikan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap I dan II Tertib dan Kondusif
Oktober 13, 2021
BUKIT TINGGI, jurnal-idn.com – Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) merupakan program yang dicanangkan pemerintah untuk penanggulangan ekonomi nasional sehingga program ini diharapkan jadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi pada masa pandemi Covid-19. 
 
“Untuk itu dukungan dan bantuan seluruh stakeholder sangat diharapkan agar program BPUM 2021 berjalan secara akuntabel dan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan bertahannya usaha mikro yang merupakan populasi usaha terbesar di Indonesia,” kata Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) Eddy Satriya pada monitoring BPUM 2021 di Bukit Tinggi, Sumbar Selasa (12/10/2021).
 
Saat ini Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19. Pertumbuhan perekonomian nasional sedang mengalami tantangan serius. Meningkatnya angka kemiskinan, jumlah pengangguran bertambah akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dunia usaha terutama Koperasi dan UMKM mengalami dampak berat dari sisi produksi, pemasaran dan pembiayaan. 
 
Karena itulah BPUM diluncurkan, sejak 2020 dan berlanjut pada 2021. BPUM 2021 terbagi 2 tahap di mana untuk tahap pertama telah terealisasi 100% pada Juli 2021 kepada 9,8 juta pelaku usaha mikro dengan total anggaran Rp11,76 triliun dan untuk tahap 2, hingga September 2021 telah terealisasi sebesar Rp3,4 triliun untuk 2,9 juta pelaku usaha mikro sehingga total realisasi BPUM 2021 sampai saat ini berjumlah Rp15,24 triliun yang diberikan kepada 12,7 juta pelaku usaha mikro. 
 
Untuk Provinsi Sumatera Barat, pelaku usaha mikro yang ditetapkan sebagai penerima BPUM sebanyak 282.487 penerima dengan anggaran Rp338,9 miliar. 
 
Terkait dengan pencapaian penyaluran BPUM ini, Eddy menilai, dinas yang membidangi Koperasi dan UKM di daerah menjadi pendorong suksesnya Program BPUM. “Maka dari itu, kami sangat mengapresiasi peran aktif dinas di daerah dan berharap koordinasi yang telah dijalankan selama ini terus berlanjut,” katanya.
 
 

 

Eddy Satriya mengatakan, KemenKopUKM juga menyampaikan apresiasi kepada bank penyalur atas kerjasama dan koordinasi selama ini, dan sangat mengharapkan hal ini terus dijalankan dalam upaya percepatan pencairan BPUM kepada para penerima dengan meningkatkan koordinasi bersama dinas provinsi, kabupaten/kota

“Saat ini kami sedang melaksanakan monitoring/pemantauan penerima BPUM, untuk itu kami berharap dukungan dinas provinsi, kabupaten/kota pada saat kunjungan ke lapangan” pungkasnya.

BPUM Ringankan Beban UMKM

Sementara itu Walikota Bukittinggi Erman Safar mengatakan, Pemerintah Kota Bukittinggi telah mengusulkan BPUM melalui Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan di tahun 2020 sebanyak 6.586 pelaku usaha, diusulkan oleh Koperasi sebanyak 662 pelaku usaha di tahun 2021 sebanyak 2.744 pelaku usaha. Dari SK realisasi penerima bantuan tahun 2020 sebanyak 3.274 dan realisasi tahun 2021 3.330, masih ada sebanyak 2.762 pelaku usaha yang belum mendapat realisasi BPUM.

Erman mengatakan, kita tidak mengetahui kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pemerintah pusat menetapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Di Kota kami sendiri, segala sektor perekonomian saling berkaitan satu sama lain. Sektor pariwisata yang menjadi unggulan mengalami penurunan drastis wisatawan yang datang. Uni berdampak pada sektor perekonomian. Pelaku usaha mengeluh karena mengalami penurunan jual beli. Namun dengan adanya bantuan pemerintah pusat kepada pelaku usaha, memberikan keringanan permodalan pelaku usaha kita,” aku Erman Safar.

Dia berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM menambah kuota untuk calon penerima BPUM. Kuota untuk pelaku usaha yang terdampak bencana kebakaran di Bukit Tinggi pada September 2021 lalu, agar UMKM kita dapat bangkit kembali, dan ekonomi masyarakat pun meningkat. Dengan demikian kesejahteraan masyarakat pun naik.

MULIA GINTING – ERWIN TAMBUNAN

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *